Rabu, 12 Januari 2011

MEDIA PEMBELAJARAN

MEDIA PEMBELAJARAN
Bersumber dari buku
•Strategi Belajar Mengajar, karangan prof.Pupuh Fathurrohman
dan M.Sobry Sutikno,M.Pd
•Strategi Pembelajaran, karangan Dr.Wina Sanjaya, M.Pd



Secara umum media merupakan kata jamak dari “medium”, yang berarti pengantara atau pengantar.
Dalam buku Strategi Pembelajaran, karangan Dr.Wina Sanjaya, M.Pd, menurut Atwi Suparman (1997) bahwa media merupakan alat yang digunakan untuk menyalurkan pesan atau informasi dari pengirim kepada penerima pesan.
Dalam buku Strategi Belajar Mengajar, karangan prof.Pupuh Fathurrohman dan M.Sobry Sutikno,M.Pd. menurut Rossi Breidle (1980:3) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan pendidikan seperti radio, televise, buku, Koran, majalah dan sebagainya.
Namun demikian, media bukan hanya berupa alat atau bahan saja, akan tetapi hal-hal lain yang memungkinkan siswa dapat memperoleh pengetahuan. Gerlach dan Ely (1980:244) menyatakan bahwa secara umum media itu meliputi orang, bahan, peralatan, atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
Ada juga yang berpendapat bahwa media pembelajaran meliputi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).
Jadi, dapat saya simpulkan bahwa media pembelajaran itu adalah suatu alat yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung melalui proses pembelajaran antara pendidik dengan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan.
Mengajar dapat dipandang sebagai usaha yang dilakukan guru agar siswa belajar. Sedangkan, yang dimaksud dengan belajar itu sendiri adalah proses perubahan tingkah laku melalui pengalaman. Pengalaman itu dapat berupa pengalaman langsung dan pengalaman tidak langsung. Pengalaman langsung adalah pengalaman yang diperoleh melalui aktifitas sendiri pada situasi yang sebenarnya. Contohnya, agar siswa belajar bagaimana mengoprasikan computer, maka guru menyediakan computer untuk digunakan oleh siswa. Pengalaman langsung semacam itu tentu saja merupakan proses belajar yang sangat bermanfaat, sebab dengan mengalami secara langsung kemungkinan kesalahan persepsi akan dapat dihindari.
Namun demikian, pada kenyataannya tidak semua bahan pelajaran dapat disajikan secara langsung. Untuk mempelajari bagaimana kehidupan makhluk hidup di dasar laut, tidak mungkin guru membimbing siswa langsung menyelam ke dasar laut. Untuk memberikan pengalaman belajar semacam itu, guru memerlukan alat bantu seperti film atau foto-foto dan lain sebagainya. Dan disinilah media atau alat peraga diperlukan sebagai pengalaman tidak langsung.
Jadi, tidak semua pengalaman belajar dapat diperoleh secara langsung. Dalam keadaan tertentu media dapat digunakan agar lebih memberikan pengetahuan yang konkret dan tepat serta mudah dipahami.
Belajar tidak selamanya hanya bersentuhan dengan hal-hal ynag konkrit, baik dalam konsep maupun faktanya. Bahkan dalam realitasnya belajar sering kali bersentuhan dengan hal-hal yang bersufat kompleks, maya dan berada dibalik realitas. Karena itu, media memiliki andil umtuk menjelaskan hal-hal yang abstrak dan menunjukan hal-hal yang tersembunyi. Ketidakjelasan atau kerumitan bahan ajar dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Bahkan dalam hal-hal tertentu media dapat mewakili kekurangan guru dalam mengkomunikasikan materi pelajaran.

Dalam buku Strategi Pembelajaran, karangan Dr.Wina Sanjaya, M.Pd, dikemukakan bahwa media pembelajaran memiliki fungsi dan berperan untuk :
a. Menangkap suatu objek atau peristiwa-peristiwa tertentu
b. Memanipulasi keadaan, peristiwa atau objek tertentu
c. Menambah gairah atau motivasi belajar siswa

Sedangkan dalam buku Strategi Belajar Mengajar, karangan prof.Pupuh Fathurrohman dan M.Sobry Sutikno,M.Pd. dikemukakan beberapa fungsi pembelajaran, diantarany :
a. Menarik perhatian siswa
b. Membantu untuk mempercepat pemahaman dalam proses pembelajaran
c. Memperjelas penyajian pesan agar tidak bersifat verbalistis (dalm bentuk kata-kata tertulis atau lisan)
d. Mengatasi keterbatasan ruang
e. Pembelajaran lebih komunikatif dan produktif
f. Waktu pembelajaran bias dikondisikan
g. Menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar
h. Meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari sesuatu / menimbulkan gairah atau semangat belajar
i. Melayani gaya belajar siswa yang beraneka ragam
j. Meningkatkan kadar keaktifan / keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran

Maka dalam hal ini di9harapkan pemahaman guru terhadap media menjadi jelas, sehingga dapat memanfaatkan media secara tepat. Oleh karena itu, guru perlu menentukan media secara terencana, sistematik dan sistemik (sesuai system belajar mengajar).
Tetapi, seberapa pentingnya peran media dalm pengajaran, tetap tidak bisa menggeser peran guru sebagai pendidik, karena media hanya berupa alat Bantu yang memfasilitasi guru dalam pengajaran.

Pada buku Strategi Pembelajaran, karangan Dr.Wina Sanjaya, M.Pd, dan buku Strategi Belajar Mengajar, karangan prof.Pupuh Fathurrohman dan M.Sobry Sutikno,M.Pd. Macam-macam media tidak jauh berbeda dalam penjelasannya. Dilihat dari jenis atau sifatnya, media dapat dibagi ke dalam :
a. Media auditif, yaitu media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja,
b. Media visual, yaitu madia yang hanya mengandalkan indra penglihatan
c. Media audiovisual, yaitu jenis media yang selain mengandung unsur suara juga mengandung unsure gambar yang bias dilihat
Dilihat dari daya liputnya, media dibagi menjadi dua, yaitu :
a. Media dengan daya liput yang luas dan serentak. Contoh, radio dan televisi
b. Media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat. Contoh, film, video,
dsb

Jadi media bisa berperan sebagai sumber belajar, maksudnya adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh siswa untuk mempelajari bahan dan pengalaman belajar sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
Beberapa sumber belajar yang biasa dimanfaatkan oleh guru diantaranya :
a. Manuasia sebagai sumber utama dalam proses pembelajaran
b. Alat dan bahan pengajaran
c. Berbagai aktivitas dan kegiatan
d. Lingkungan atau setting
Jadi, dapat saya simpulkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi sangat berpengaruh terhadap penyusunan dan implementasi strategi pembelajaran. Melalui kemajuan tersebut para guru dapat menggunakan berbagai media sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran. Dalam menggunakn media sebagai alat Bantu dalam proses pembelajaran bukan saja dapat mempermudah dan mengefektifkan proses
pembelajaran, akan tetapi juga bias membuat proses pembelajaran lebih menarik dan memberikan semangat belajar kepada peserta didik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar